Review Short Movie: Two Friends by Natalia Chernysheva

Penggambaran persahabatan bisa diperlihatkan melalui apa saja. Tak hanya manusia, hewan pun juga bisa bersahabat satu sama lain. Persahabatan itu memungkinkan untuk mereka berbeda jenis. Namun begitu, yang namanya bersahabat tidak akan pupus oleh keadaan apapun. Inilah yang dapat kita lihat juga dalam short movie: Two Friends.

Review Short Movie: Two Friends by Natalia Chernysheva

Jalan Cerita Short Movie: Two Friends

Dikisahkan seekor unggas yang sibuk menangkap ulat. Si hewan bertubuh kecil nan halus itu pun sayangnya berlari hingga ke pinggir dan akhirnya tercebur ke dalam sungai. Dalam keadaan itu, datanglah seekor kecebong yang memberikan udara kepada si ulat hingga tubuh nan halus itu menggembung. Jadilah si ulat bisa kembali ke daratan dan mulailah persahabatan antara ulat dan kecebong.

Kejadian unik pun tiba. Masa metamorfosis pun terjadi di antara mereka. Si ulat pun berubah sempurna dari menjadi kepompong hingga menjadi kupu-kupu. Di sisi lain pun juga, si kecebong pun berubah menjadi seekor katak dewasa. Si katak pun mencari keberadaan temannya “si ulat”. Tiba-tiba si kupu-kupu terbang di sekitar si katak. Sayangnya si katak tidak engeh tentang si kupu-kupu. Dan ending yang membagongkan adalah, si katak malah memakan si kupu-kupu, hihi.

Review Short Movie: Two Friends by Natalia Chernysheva

Ulasan Short Movie: Two Friends

Film Pendek berdurasi 4 menit ini, merupakan karya sutradara Natalia Chernysheva, dengan Annick Teninge selaku produser. Bila melihat dari durasi yang terbilang pendek, kita disuguhkan dengan animasi yang unik dan perpaduan warna yang soft.

Baca Juga: Review Film Pendek Cataracte

Short movie yang rilis pada tahun 2014 ini bisa disaksikan semua usia. Pengajaran yang unik ini menjadi inspirasi bahwa bersahabat itu bisa dengan siapa saja. Tanpa perduli apa warna kulit, siapa anak siapa, apa gender, bagaimana bahasa yang kamu gunakan, dan sebagainya.

Baca Juga: Review Movie Number 17 Soheila

Sisi humor pun juga digambarkan di film pendek tanpa dialog ini, bagaimana ekspresi lucu si katak dewasa yang sedang mencari sahabatnya, momen tubuh si ulat jadi menggembung, dan lainnya. Nah, untuk mudah menyaksikannya, kamu bisa langsung berkunjung melalui laman KlikFilm maupun My French Film Festival. Yes, film pendek ini sedang hadir dalam My French Film Festival yang telah berlangsung semenjak tanggal 19 Januari lalu hingga 19 Februari 2024 mendatang. Selamat menonton.

Komentar

Catcilku mengatakan…
Akhir ceritanya menyedihkan. Sahabat yang dicari malah dimakan. Berarti kedua sahabat ini belum atau tidak saling terbuka ya. Jadi tidak tahu perubahan-perubahan yang terjadi 🤔
Helenamantra mengatakan…
setelah pemilu aku mau di rumah aja karena di luar banyak penutupan jalan. Cocok nih nonton film pendek di My French Film Festival dengan anak. Terima kasih rekomendasinya yah, sekaligus belajar tentang metamorfosis.
Arni mengatakan…
Kok sedih sih endingnya, si kupu-kupu malah dimakan hiks hiks
keren sih ini idenynya. Bisa aja deh penulisnya mengemas sesuatu yang ada di sekitar kita jadi menarik
Rey - reyneraea.com mengatakan…
Jadi pengen nonton film pendeknya.
Saya paling suka film pendek, biasanya lebih mudah memahami pesan Dari film tersebut 😊
Yustrini mengatakan…
Wah, jalan ceritanya cukup sederhana dikemas dalam film pendek. Bagus untuk ditonton bareng keluarga.
OutBox mengatakan…
Two Friends oleh Natalia Chernysheva di My French Film Festival tentu menjadi sorotan. Pembaca dapat mengharapkan sebuah ulasan mendalam tentang nuansa dan pesan yang terkandung dalam film pendek ini.
Bunsal mengatakan…
Seru kisah latar persahabatan si ulat dan kecebong.
Juga pembelajaran baik buat siapapun yang menonton.
Walau di kehidupan nyata, kita masih berjuang mengingatkan anak-anak,menjalin silaturahmi baik sebaiknya tidak membeda-bedakan begini begitu.
Yuni Bint Saniro mengatakan…
Astaga... Ku kira short movie two friends tuh adalah persahabatan manusia. Ternyata persahabatan antara ulat dan kecebong. Tapi emang sih. Persahabatan nggak hanya antar manusia saja.
Han mengatakan…
Whaaa kayaknyaa kocak nihh, hihi.. anakku keknya suka kalo diajakin nonton, yuhuuu.. masuk list. thankyou kak reviewnya
Diaz Bela mengatakan…
Wah ini untuk nontonnya free akses gitu ya mbak? Jadi penasaran deh pengen nonton film pendek ini
Bambang Irwanto mengatakan…
Aduh-aduh.. endingnya bikin meringis hehehe.
Tapi ini bisa jadi pesan moral, Mbak. Ada dua orang. Saat mereka kecil bersahabat. Namun saat besar, bisa saja mereka saling menjatuhkan karena situasi dan kondisi.
Nurul Fitri Fatkhani mengatakan…
Ngakak waktu baca bagian ending dari ceritanya. Dua sahabat yang sama-sama berubah malah jadi mangsanya karena saling gak tau
Dee_Arif mengatakan…
Wah seru juga ceritanya
Cerita tentang persahabatan emang menarik untuk ditonton
Otw klikfilm ah
Tukang jalan jajan mengatakan…
woww, film nya tanpa dialog, kita hanya menebak lewat ekspresi namun banyak cerita hidup yang bisa diambil manfaatnya. Ini bisa ditonton oleh siapa aja yah? jadi pengen nyari, bisa nonton dimana filmnya. Pensaran euy!
lendyagasshi mengatakan…
KlikFilm itu aplikasi kah, ka Fenni?
Lucu yaa.. meskipun endingnya aga aga gimanaa.. hihi, tapi tetep maknanya adalah bersama siapapun kita, tentu ada makna besar untuk kehidupan.
Eri Udiyawati mengatakan…
Terkadang dalam hidup memang seperti itu. Ketika masih belum jadi apa-apa, kita sangst dekat dengan seseorang. Ketika sudah sukses, kita saling mencarinya, tapi tak pernah menyadari bahwa kita sama-sama mencari sesuatu yg lama, padahal semuanya sudah berubah.

Tanpa sadar kita bisa saling menyakiti, sperti katak yang malah ujungnya memakan kupu-kupu.
Akarui Cha mengatakan…
Wadudu ... ujungnya dimakan dah tuh bestie-nya sama si katak. Sayangnya mereka nggak saling tukaran nama sih ya pas kenalannya. Udah gitu nggak saling sempat cerita soal metamorfosisnya.

Tapi kayak ... "dulu kita sahabat, setelah besar malah saling jahat-menjahati". Life.
GE MAULANI mengatakan…
Aduh kak aku kok sedih sekaligus ngakak baca endingnya yang membagongkan itu. Padahal itu mereka sahabatan dari masih kecebong dan ulat akhirnya malah si kupu-kupu yang tadinya ulat dimakan Si Katak yang tadinya kecebong Ya ampun si Kakak beneran nggak peka
Diary Prista mengatakan…
Duh, terakhir besok ya. Baca sinopsisnya aja jadi kepengin lihat, anak-anak pasti suka nih. (April)
Aldhi Fajar mengatakan…
Alur ceritanya sepertinya banyak kejutan. Apalagi menceritakan tentang dua sahabat yang apsti ada berbagai sisi kehidupan keseharian.
atiq - catatanatiqoh mengatakan…
wah kok keren ini, semoga makin banyak ya yg berkarya dg film yang berkualitas begini
Diah Alsa mengatakan…
hihih unik ya, dua sahabat yang saling mencari padahal sebenarnya sedang bersama aja :D
benar-benar mengajarkan kalau berteman tuh ya gak boleh milih-milih ya.
M. Rizki Riswandi, S.Kom mengatakan…
Wah, film pendek "Two Friends" ini benar-benar menggemaskan! Saya suka bagaimana ceritanya menggambarkan persahabatan antara dua makhluk yang berbeda, dengan sentuhan humor yang menyenangkan. Meskipun ada twist sedih di akhir, tetapi pesannya tentang pentingnya persahabatan tanpa memandang perbedaan sangat menghangatkan hati.
Niwanda mengatakan…
Hari ini masih bisa ya berarti. Hari terakhir tapi memang. Buru-buru cari KlikFilm deh, penasaran sama cerita selanjutnya.
Risalah Husna mengatakan…
Bersahabat dengan siapa aja. Hmm, iya memang, ngga boleh membedakan hanya berdasar paras rupa, warna kulit, apalagi sampai beda-bedain kasta. Filmnya inspiratif, bisa jadi rekomendasi tontonan buat akhir pekan.
Karunia Sylviany Sambas mengatakan…
agak ngeri juga sih ini dengan ending ceritanya, soalnya kesannya makan temen sendiri, ya. Namun saya selalu salut dengan animasi yang diproses dengan sepenuh hati.
lendyagasshi mengatakan…
Jadi inget kartun Larva yaa.. Meski ga ada dialognya, tapi maknanya bisa tertangkap dengan mudah untuk anak-anak.