Ceritanya Curcol

Ceritanya curcol, tetapi setelah dipertimbangkan sepertinya di blog readitu ini, memang bisa juga buat tempat curcol. Kirain saya, dengan membuat update status di media sosial (medsos), bisa juga gitu dengan membuat caption.

Ceritanya Curcol

Hanya saja kalau dipikir-pikir, kayaknya bakalan terbatas sama jumlah karakter. Soalnya pernah waktu itu membuat panjang caption dan lagi asiknya gitu, eh malah pas diujungnya kok ya gak bisa dipublish. Malah pernah jadinya terpotong, padahal itu belum termasuk hestek dan mention, wkwkwk.

Makin ngenesnya lagi, saya tidak sempat save, huhu. Ya, spontan aja karena gak bisa ditayangkan langsung keluar aplikasi deh. Jadinya kudu menulis ulang, wkwkwk, sebel.

[Baca Juga: Ketika Turun Hujan]

Trik Curcol di Medsos

Makanya kalau misal curcol di media sosial, mungkin bisa pakai trik juga, seperti:

  • Dibuat jadi berseri, misalnya ada judul "Part 1", "Part 2"... dan seterusnya, lalu ditutup dnegan "End".
  • Bisa juga semisal publikasikannya di media sosial twitter, maka bisa dibuat menjadi "Thread" atau "Utas". Jadi sambung menyambung terus, dengan memanfaatkan fitur "Replay"

Curcol di Blog

Nah kalau di blog, kan tidak perlu membuat jadi beberapa bagian. Karena bisa menulis berapapun jumlah katanya. Gak terbatas mau sepanjang apa. Paling sih, bila ingin dibuat "Part" juga bisa. 

Saya pernah melihat seperti itu saat berkunjung ke salah satu blogger. Dia membuat satu halaman penuh cerita tentang pengalamannya. Tadinya saya pikir akan selesai kisahnya. Eh ternyata, ada tulisannya di bagian bawah, "Bersambung" hehe. 

Tetap asik juga sih dinikmati tulisannya, karena jadi seperti mengikuti perjalanan keseharian yang dilalui. Ya, mirip-mirip dengan cerita bersambung juga. Namun karena gaya bahasanya unik, berasa juga dapat hiburannya.

puasa hari pertama ngapain ya, apa yang dilakukan saat puasa hari pertama

[Baca Juga: Berusaha dan Berupaya]

Nah terlepas dari itu semua, apa pun yang hendak di curcolkan, sebaiknya memang yang perlu saja dan bermanfaat buat yang nantinya akan baca dan berkunjung. Tujuannya ya biar yang sudah blogwalking dapat maslahatnya, begitu juga yang sudah buat ceritanya kan.

Dan ternyata tanpa disadari, bisa juga ini si Ceritanya Curcol, jadinya lumayan satu blog, hehe. Ya, sudah dulu lah, kita lanjutkan kapan-kapan lagi. 

Yang penting tetap jaga kesehatan dan ibadahnya tetap semangat ya gaess. Kalau punya tugas langsung dikerjakan. Jangan dibawa lari, nanti capek hihi. Sampai jumpa di edisi kapan-kapan, hahaha.

[Baca Juga: Ngobrol Edisi Minggu Pertama Bulan Mei]

Komentar

Mutiara Hapsari mengatakan…
Dulu waktu sekolah sering curhat di blog ehehe beberapa udah ada yang dihapus. Memang menulis di blog untuk curcol lebih enak daripada buat status. Menurutku lebih leluasa kalo nulis di blog ehehehe
Fenni Bungsu mengatakan…
nah bener mbak, ada sensasi yang berbeda ya hehe
Diaz Bela mengatakan…
Aku juga suka curcol di blog dari dulu zaman awal-awal hits blog curhat kayak Raditya Dika.. Beberapa postingan masih aku keep sih sebagai pengingat aja hehehe
Hallowulandari mengatakan…
hihiihi, iya, aku juga dulu sering curcol ala-ala puitis, bikin puisi terus dibuat postingannya di blog, sampe bikin soundcloud nya segala haha
Didik Purwanto mengatakan…
Dulu hanya berani curcol di diary. Wkwkw ketahuan nih usianya. Haha.

Tapi sampe skrg masih ngga berani curcol kl masalah pribadi di sosmed/blog. Kecuali curcolnya ini yang sudah terjadi dan rata2 temenku udh pada tahu. Jadi ngeshare ngga jadi masalah.

Aku orgnya introvert sih kak. Susah banget buat ngomong baik lisan maupun tulisan wkwkwk.
Dila mengatakan…
Sebagai blogger, sayapun lebih suka curhat di blog. Karena kalau di medsos spacenya terbatas. Dan males juga lihat tulisan panjang lebar di IG.
Inez Dwijayanti mengatakan…
blog kadang-kadang saya jadikan tempat curcol jg sih. Refleksi hidup juga. Biar keinget saat baca lagi.
Inez Dwijayanti mengatakan…
sama mba saya juga. Kalau di blog soalnya space nya banyak
Nathalia Diana Pitaloka mengatakan…
Saya lebih nyaman curhat di blog daripada di media sosial... Rasanya lebih nyaman dan aman, hehehe...
Wahyu Eko C mengatakan…
samaan kak, tos kita hehe, gatau kenapa punya mindset curhat di medsos rada gimana gitu jadi lebih sering curcol di blog :D
saya lebih suka juga menuangkan curhatan ke blog daripada medsos, selain krena bisa update blog jdi kita bisa healing therapy juga
sarrahgita mengatakan…
Kayaknya saya termasuk orang jarang curhat deh. Apalagi curhat di media sosial atau blog. Btw kalo bikin blog anonim khusus buat curhat seru juga ya kayaknya hehe
Ayah Ugi mengatakan…
kalau mau dimodel cerpen bisa nih dengan medsos, kalau penegn buat healing sekali duduk selesai bisa dengan blog ya. Tips nulis di medsosnya oke, Kak. Kasih part biar ga bingung
Hamimeha mengatakan…
hahhaa aku dulu pernah bikin gini hihi berpart part karena aku sendiri memang mersa medsos terbatas dan lagi kalo menarik jika to be continued mmebuat sipembaca menunggu part selanjutnya
eka fitriani larasati mengatakan…
curcol kesukaanku nih, wkwkwkwk. gak di blog gak di sosmed. cuman emang iya kalo di sosmed suka kepotong gitu. nah bagus nih tips nya dengan bikin berjilid atau part. nyonetk tipsnya ah
Manik Swadiaya mengatakan…
wah semoga bisa terwujud kan dan tak ada halangan dalam mencapainya, semnagat dan selamat menjalankan ibadah

Postingan populer dari blog ini

6 Tips Memilih Pelembut & Pewangi Pakaian Anti Gagal

Review Run (Movie 2020): Apa yang Kamu Lakukan Ibu?

Weekend Ini Mau Nonton Apa Nih?