Review film Full Time: Crowded-nya sebagai Pekerja

Judul film: Full Time / a Plein Temps

Rilis: 16 Maret 2022 (di Prancis), Juli 2022 di KlikFilm (streaming Indonesia)

Durasi: 93 menit

Produksi: France, TV Sinema

Bahasa: Prancis

Sutradara dan Penulis naskah: Eric Gravel

Genre: drama

Pemeran:

  • Laure Calamy sebagai Julie Roy
  • Anne Suarez sebagai Sylvie (Bosnya Julie)
  • Genevieve Mnich sebagai Madame Lusigny (pensiunan)
  • Lucie Gallo sebagai Jeanne Delacroix (User yg menginterviu Julie)

Rate: 3/5

Review film Full Time: Crowded-nya sebagai Pekerja, review film a plein temps, pemeran film full time, pemeran film a plein temps,

Sinopsis Film Full Time

Julie Roy wanita kuat yang terpisah dari suaminya dan memiliki 2 orang anak yang masih kecil-kecil. Mereka tinggal di desa, tetapi pekerjaan Julie berada di Kota Paris, sehingga saat dia bekerja sebagai kepala pelayan di Hotel, kedua anaknya dititipkan ke tetangganya yang merupakan seorang pensiunan, Madame Lusigny.

[Baca Juga: Review Film Tuhan Minta Duit]

Di hari itu, suasana kota Paris sedang tidak baik, karena kerusuhan sehingga banyak yang mogok kerja dan mempengaruhi sistem transportasi di sana. Julie pun jadi naik kereta, lalu naik bus, lanjut lagi dengan MRT menuju kantor.


Situasi mencekam itu tidak hanya berlangsung dalam satu hari, tetapi juga berhari-hari, yang mengakibatkan ia selalu telat menjemput anak yang dititipkannya, dan terlambat masuk kerja. Silvie, Bosnya Julie pun marah akan hal yang dilakukannya, terlebih lagi bosnya menaruh curiga karena Julie kerap tidak ada atau ganti shift dengan karyawan lain. 


Julie pun ketahuan diam-diam melamar pekerjaan di tempat lain. Ia pun dipecat dari pekerjaannya di hotel. Begitupun lamaran pekerjannya yang masih menggantung, sedangkan di sisi lain tagihan biaya bulanan terus membengkak, sedangkan mantan suaminya tidak bisa ia hubungi. Lalu bagaimana nasib Julie dan kedua anaknya? Tonton langssung aja dah haha.


Review film Full Time: Crowded-nya sebagai Pekerja, review film a plein temps, pemeran film full time, pemeran film a plein temps,
Sumber: Imdb

Jadi Film Full Time Ini...

Film garapan Eric Gravel ini, walau mungkin hal biasa yang diceritakan tentang perjuangan seorang ibu, tapi yang jadi perhatian daku adalah crowded-nya transportasi, jadi mirip-mirip di sini, Jakarta hehe. 

Padahal itu sama juga jalan pas pagi gelap, terus digambarkan dari gelap menuju terang karena matahari mulai beranjak naik. Istilahnya kayak temen daku bilang, pergi gelap pulang gelap.

[Baca Juga: 5 Platform Nonton Online yang Asik]

Sama satu lagi, pas yang interviu diam-diam itu pun menginspirasi hihi. Ya kan demi mendapat pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya ya. Sebab namanya cari pekerjaan baru, apalagi tidak hanya karena pertimbangan gaji, tetapi juga melihat karena sesuai dengan kualifikasi yang dimiliki kan mengapa tidak buat coba pindah. 


Review film Full Time: Crowded-nya sebagai Pekerja, review film a plein temps, pemeran film full time, pemeran film a plein temps,
Sumber: Imdb


Secara keseluruhan jalan cerita Film Full Time ini bagus buat disimak, terlebih lagi soal bekerja, dimana menjaga kesolidan dalam tim gak semudah yang dibayangkan. Ada yang mendukung kita, ada juga yang tidak. Khusus yang tidak itu entah karena memang tidak suka dengan kitanya atau ingin menjatuhkan. Setidaknya jadi pengingat, bahwa dimana pun bekerja menjaga hubungan baik itu perlu, dan waspada selalu juga jangan dilupakan. 

Fenni Bungsu

Hi, #SemangatCiee jumpa dengan daku Fenni - si Milenial yang suka menulis tentang hal yang bermanfaat. Untuk bekerjasama bisa melalui email ke: fenni(dot)bungsu(at)gmail(dot)com ��Terima kasih��

18 Komentar

Jangan pakai Unknown ya, biar daku bisa kunjung balik ke blog-mu.
Ditunggu komen terbaiknya ^•^

  1. uwaaah ini film tentang kehidupan para pekerja yaaa
    jadi tahu dunia para pegawai perusahaan yang pengen resign dan cari kerjaan baru
    hmm serumit itu ya

    BalasHapus
  2. FIlm seperti ini cocok saya tonton karena relate banget dengan kehidupan para pekerja kantoran ya. Banyak tantangan di dunia kerja yang kadang suka terbawa pikiran sampe rumah. Wawancara diam-diam sering saya lakukan nih, hahaha

    BalasHapus
  3. Terbilang baru ya filmnya jadi masih relate dengan kondisi terkini. Memang Paris itu ruwet dan kurang aman..pengemis(di sana ngomongnya minta donasi) tiba-tiba mendatangi kita, di keretanya juga mesti hati-hati sama pencopetan, waktu ke sana diwanti-wanti teman yang tinggal di sana hati-hati sama barang-barang. Duh pokoknya pas di Paris lebih waspada dibanding kota lain waktu trip Eropa..pengalamanku sih
    Btw, penasaran nonton filmnya..ibu-ibu (single mom) pekerja banget ceritanya

    BalasHapus
  4. Jadi ingat waktu mau pindah dari pekerjaan lama yang gajinya kecil

    perjuangan dapetin verklaring itu yang sekarang bikin mesam mesem

    BalasHapus
  5. Film yang wajib ditonton ini Fen untuk para wanita pejuang keluarga.Saya membayangkan betapa sulitnya Julie menghadapi situasi itu ya.Butuh pekerjaan namun anakpun harus terurus.Semua tidak bisa sejalan seperti yang diharapkan.
    Salam:Dennise Sihombing

    BalasHapus
  6. Filmnya bisa ditonton di mana Fen?

    Keliatannya menarik ceritanya ya. Tentang perjuangan seorang ibu, tapi Fenni malah fokus ke crowded-nya transportasi :D

    Sudut pandang pemirsa memang bisa beda-beda.

    BalasHapus
  7. bekerja tim itu memang diperlukan kerjasama dan solidaritas. ahh jadi penasaran pengen nonton filmnya juga deh

    BalasHapus
  8. Sepertinya kontekstual dengan kenyataan di lapangan bisa difilmkan.

    BalasHapus
  9. Ini film tentang perjuangan ibu ya ..., peran ibu tidak dapat tergantikan. Jadi pengen nonton film-nya pasti sedih dan mewek nonton filmnya

    BalasHapus
  10. Ya Allah~
    So relate sama suamiku. Bedanya, suamiku karena kepala keluarga yaa..
    Dan ini single parent membuat kita, perempuan yang menontonnya akan berdecak kagum akan kegigihan Julie dalam menjalani keseharian dan berusaha kuat untuk terus bertahan.

    Aku selalu kagum kalau ada single parent yang mampu mengantarkan anak-anaknya menuju gerbang kesuksesan. Sungguh usaha dan doa yang tak terputus di tiap detiknya.

    BalasHapus
  11. Terbayang bagaimana hecticnya sang tokoh dengan segala kesibukan dan tuntutannya. Merasakan bagaimana susahnya merawat dua orang anak kecil,plus tuntutan pekerjaan apalagi kalau kondisi tidak kondusif. Penasaran bagaimana endingnya ini film ...

    BalasHapus
  12. Wah, ini mirip aku pas masih kerja kantoran dulu kak. Fulm time, pagi sampai sore. Kadang masih lembur ya, wkwkwk.
    Seru banget kayagnya nih, jadi pengen nonton filmnya sambil nostalgia masa kerja

    BalasHapus
  13. Wah, ini mirip aku pas masih kerja kantoran dulu kak. Fulm time, pagi sampai sore. Kadang masih lembur ya, wkwkwk.
    Seru banget kayagnya nih, jadi pengen nonton filmnya sambil nostalgia masa kerja

    BalasHapus
  14. full time mom work pasti punya banyak cerita ya mba. crowdednya tempat kerja atau saat commuting aja udah macem2 ceritanya. apalagi seorang single mom.

    BalasHapus
  15. Jadi single mom dengan 2 anak dan harus bekerja full time. Duh, kebayang sulitnya. Sepertinya cocok ni film untuk menemani me time ku. Biar setelah nonton jadi lebih banyak bersyukur. Hehehe...

    BalasHapus
  16. Ini film tentang kisah perjuangan seorang ibu ya kak. Aku jadi penasaran gimana kelanjutannya setelah ia dipecat sementara lamaran satunya lagi belum pasti. Semoga happy ending, yah..

    BalasHapus
  17. Ini film cocok buat saya deh, di mana harus berjuang mengejar transportasi dalam bekerja sehari-hari. Ya, hidup penuh perjuangan

    BalasHapus
  18. Wah, sepertinya saya perlu nonton juga nih. Soalnya pengen belajar gimana sisi pekerja yang lagi berproses resign diam-diam dengan cari lowongan kerja baru. Pernah sih dulu di masa-masa itu

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama